Manajement : "Striker Buyern Munchen Akan Bergabung Dengan PERSEBAYA"

Salah satu pemain muda Bayern Muenchen berkebangsaan Kamerun dikabarkan bakal merapat ke Persebaya. Pemain berposisi striker ini menghubungi manajemen Persebaya dan menyatakan minatnya untuk bergabung dengan tim berjuluk Green Force tersebut.


Saat di konfirmasi, manager Persebaya Chairul Basalamah, Rabu (07/03/18) di Surabaya menbenarkan kabar tersebut namun belum membongkar identitas sang pemain.

Basalamah menyatakan , manajemen belum memberikan lampu hijau kepada sang pemain. "Kami mau dia datang kesini kalau semua persyaratannya sudah beres, kalau belum kami tidak akan mendatangkannya ke Surabaya karena kami tidak punya banyak waktu untuk mengurusi persyaratannya," kata Basalamah.


Persyaratan yang di maksud adalah surat keluar dari klub lamanya, ITC serta syarat administrasi lainnya, ia mengaku sang pemain sudah mengirim data diri lengkap serta video saat ia bermain.

Dari data diri yang di terima pihak Persebaya, pemain tersebut masih berusia belia,"Dia masih muda dan masih minim pengalaman, identitas yang lainnya belum bisa saya sampaikan," ujarnya.

Basalamah awalnya belum yakin dengan peryataan sang pemain yang ingin merapat ke Persebaya. Namun setelah ia cek dan sempat berbicara dengan sang pemain itu pun percaya bahwa sang pemain tersebut benar-benar tercatat sebagai pemain Bayern Muenchen, kabarnya ia bernama Frank Evina striker berdarah Kamerun.

Sumber Referensi : Bola.com

Hebat !! Mantan Penyerang Sevilla Jadi Top Score Liga 1

Dilansir dari goal.com (02/04/2018), laga derby Kalimantan tersaji di Stadion Aji Imbut, Kutai Kartanegara pada hari senin (02/04) pukul 15.30wib antara tuan rumah Mitra Kukar menjamu saudaranya Borneo FC di match day kedua liga Indonesia.


Pada match day pertama lalu, Mitra Kukar berhasil mencuri satu poin dari markas Arema FC setelah berhasil bermain imbang 2-2, sementara Borneo FC juga berhasil mendapatkan satu poin dari tim kuat Sriwijaya FC di Stadion Segiri, Samarinda dengan skor 0-0.

Dilaga ini kedua tim tampil sedikit keras dengan tiga kartu kuning dan satu kartu merah untuk Diego Michels. Namun secara mengejutkan tim tamu, Borneo FC berhasil mengunci tiga poin berkat gol tunggal Lerby Eliandry pada menit ke-53 sekaligus menjadi satu-satunya gol dilaga ini.

Kekalahan ini membuat Mitra Kukar berada diurutan ke-11 klasemen sementara Borneo FC berhasil naik kedelapan klasemen sementara. Fakta menarik lainnya adalah penyerang andalan Mitra Kukar yang juga pernah bermain di Sevilla, Fernando Rodriguez Ortega gagal menunjukkan kualitasnya dilaga ini, padahal pada leg pertama dia mampu menunjukkan ketajamannya dengan dua gol ke gawang Arema FC.


Namun meski begitu penyerang berusia 30 tahun tersebut tetap menjadi top score sementara Liga Indonesia bersama dengan Ezheciel N'Doassel dar Persib Bandung dan Marko Simic dari Persija Jakarta dengan raihan dua gol. Berikut daftar pencetak gol liga Indonesia hingga match day kedua usai.

2 gol: Fernando Rodriguez Ortega (Mitra Kukar), Ezheciel N'Douassel (Persib Bandung), Marko Simic (Persija Jakarta)

1 gol: Boaz Salossa, Ronaldo Wanma, Marcel Sacramento (Persipura Jayapura), Sugeng Efendi, Diego Assis (Persela Lamongan), Balsa Bozovic, Syaiful Indra Cahya, Ahmet Atayew (Arema FC), Stefano Lilipaly (Bali United), Wiljan Plum, Rizky Pellu, Ferdinand Sinaga (PSM Makassar), Robertino Pugliara, David Da Silva (Persebaya Surabaya), Aleksandar Rakic, Wawan Febrianto (PS TIRA), Mattias Cordoba, Dandi Maulana, Douglas Packer (Barito Putera), Raphael Maitimo, Bayu Gatra, Greg Nwokolo (Madura United), Suhandi (PSMS Medan), Nikola Komazec, Herman Dzumafo (Bhayangkara FC), Jaimerson Xavier (Persija Jakarta), Esteban Viszcarra, Marcho Merauje, Manucher Dzalilov (Sriwijaya FC), Lerby Eliandry Baru (Borneo FC)

Sumber

Kelanjutan Kasus Persija Vs Viking ?? Akan Dibawa Ke Ranah Hukum

Rival Persija itu Persib! Kenapa Pemain Persija Berkata Kasar ke Viking?

Headline diatas memang sebuah pertanyaan dari Pengacara Viking Persib Club (VPC). Hal ini pula yang menjadi sebuah tanda tanya besar bagi kelompok suporter Persib tersebut. Jika yang melakukan rasis adalah The Jak mungkin masih dianggap wajar-wajar saja, karena ranahnya sesama suporter.


Tetapi yang dilakukan pemain Persija dengan memperolok suporter Persib adalah sesuatu hal yang sudah dianggap keterlaluan sekali. Dan kelakuan-kelakuan pemain profesional semacam ini sangat tidak bermoral, dimana para suporter sedang berusaha menjalin perdamaian namun justru dari pemainnya sendiri yang memercikan apinya. Ironis sekali!

"Saya Ismed Sofyan sebagai kapten tim dan saya Bambang Pamungkas mewakili keluarga besar Persija memohon maaf karena telah menyinggung hati, perasaan dari seluruh suporter dan seluruh keluarga Persib Bandung, " kata Ismed Sofyan.


"Apa yang terjadi di dalam video bukanlah kesengajaan namun demikian tidak juga dapat dikatakan benar. Oleh karena itu dengan hati yang tulus kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga kejadian ini bisa menjadikan pelajaran bagi kita semua," kata Bambang Pamungkas, didalam video tersebut, seperti dilansir dari bola.com.

Lalu apakah masalahnya selesai karena merasa sudah meminta maaf? Sepertinya sepele sekali para pemain Persija ini menganggapnya. Mereka tidak sadar kelakuannya bakal melukai puluhan ribu anggota Viking Persib Club.

"Ya, pasti secara manusiawi kita maafkan. Tapi kembali lagi, Viking itu organisasi yang besar dan tidak bisa seenaknya maaf seperti itu," begitu kata Pengacara Viking Persib Club (VPC), Piar Pratama, dalam siaran channel Youtube Viking.


Hal inilah yang akan dibawa ke ranah hukum oleh VPC, seperti dilansir dari Indosport.com (29/3/2018) melalui siaran langsung dari channel Youtube milik pentolan Viking, Yana Umar, mewakili VPC menegaskan akan menempuh jalur hukum.

Didalam siaran tersebut Pengacara Viking Persib Club (VPC), Piar Pratama pun mempertanyakan satu hal tentang rivalitas Persija dan Persib Bandung, "Rival Persija itu Persib. Bukan Viking, Viking itu suporternya Persib. Yang jadi pertanyaan, kenapa sih pemain mereka berkata kasar ke Viking? Maksudnya apa?," tanya Piar heran.

Atas kejadian tersebut yang berlanjut ke hukum, tentunya akan menyeret beberapa nama pemain Persija yang terlibat didalamnya. Setidaknya hal ini dapat menjadikan pembelajaran kepada para pesepak bola profesional dalam bertata krama dan menjaga sikap agar tak lagi terulang.

Sudah betulkah kasusnya dilanjutkan ke jalur hukum Kang bro?*

Sumber

Luar Biasa! Lolos ke Final Asia Cup Timnas Hajar 18-0 Total Ciptakan 25 Gol

Timnas U-16 yang tergabung dalam Grup G bersama tuan rumah Thailand, Kep. Mariana Utara, Laos dan Timor Leste, melenggang mulus ke Final Piala Asia 2018 tanpa hambatan berarti.


Catatann luar biasanya adalah, dari empat laga dipenyisihan Grup G, Timnas U-16 menorehkan 25 gol dan hanya kebobolan 1 gol. Seperti dilansir dari Elangnews.com (31/3/2018) panen gol yang dicetak Timnas Indonesia saat menghancurkan Timnas Mariana Utara dengan skor sangat telak yakni 18-0.


Dengan hasil ini pasukan Garuda muda yang dimotori oleh Sutan Zico, Rendy Juliansyah, Hamsa Lestaluhu, dan Amanar Abdillah membuat Indonesia seakan punya skuat yang melambungkan angan untuk meraih prestasi dan menaklukkan Asia.


Sumber 

Trio Maut Laskar Wong Kito Ternyata Mantan Pilar Maung Bandung

Tim beralias Maung Bandung dijadwalkan melawat ke markas Sriwijaya FC di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Minggu (1/4/2018) malam ini WIB.


Menantang Sriwijaya FC, barisan pertahanan Maung Bandung akan menghadapi agresivitas lini depan lawan.

Terlebih pada laga kali ini Sriwijaya FC berpotensi memasang trio maut yang semuanya adalah eks Persib Bandung.

Ketiga sosok tersebut, yakni Makan Konate, Esteban Vizcarra, dan Patrich Wanggai.

Ketiganya pernah menjadi bagian dari Persib Bandung dalam masa yang berbeda.

Makan Konate sempat menjadi bagian dari era kejayaan Persib Bandung pada 2014.

Ia merupakan salah satu pilar penting Persib saat menjadi jawara ISL periode 2014.

Sementara Esteban Vizcarra sempat menjadi bagian Maung Bandung pada musim 2010.


Ia dikontrak Maung Bandung hanya untuk gelaran ICC 2010 di Palembang.

Ia digaet pelatih Persib saat itu, Daniel Darko Janackovic, dari Pelita Jaya.

Berbeda dengan Konate dan Vizcarra, nama Wanggai memiliki kisah sendiri.

Ia memang belum sempat merasakan atmosfer pertandingan dengan seragam Persib.

Namun Wanggai lebih dulu menyatakan angkat kaki dari Persib sebelum diresmikan.

Wanggai sempat ikut seleksi dan berlatih bersama skuat Maung Bandung jelang Liga 1 2018.

Pada laga malam nanti, ketiganya berpeluang turun bersamaan di lini serang Sriwijaya FC.

Makan Konate dan Vizcarra sama-sama mengisi pos winger mengawal Wanggai yang diplot sebagai ujung tombak.

Sumber

KAPAN GOMEZ PULANG? IEU CEUK SOLER....

Asisten pelatih Persib Bandung, Fernando Soler belum bisa memastikan kapan Mario Gomez akan pulang ke Indonesia. Mantan pelatih Johor Darul Ta'zim tersebut harus terbang ke Argentina karena menemani istrinya yang sedang sakit.


"Dia masih menunggu kabar dari dokter istrinya, bagaimana situasinya, tapi semua operasi lancar, kita tunggu waktunya dia datang," ungkap Soler, Jumat (30/3/2018) kemarin.

Gomez meninggalkan Persib untuk sementara waktu sejak pertandingan pertama melawan PS. TIRA, Senin (26/3/2018). Hingga saat ini, staf pelatih melakukan komunikasi dengan Gomez dengan memanfaatkan telepon genggam dan video call.

"Selama di sana pasti saya keep in touch bersama para asisten. Entah itu melalui telepon atau video call. Tentunya kita sudah antisipasi menghadapi situasi seperti ini," ungkap Soler.

Sumber

Fenomena Pemecatan Pelatih, Soler Teu Sieun Dipecat !

Fenomena pemecatan pelatih karena buruknya performa tim atau disebabkan hal lain memang bukan hal yang asing di Indonesia. Banyak korban berjatuhan pada kompetisi Liga 1 2017 musim lalu.


Baru-baru ini, Borneo FC menjadi klub pertama yang mendepak pelatihnya, Iwan Setiawan. Sebelumnya, Gomes de Olivera dan Subangkit, menjadi pelatih yang terlebih dahulu lengser dari singgahsananya.

Menanggapi pemecatan pelatih klub lawan oleh manajemennya, asisten pelatih Persib Fernando Soler mengaku tidak takut dengan hal tersebut. Menurutnya, kompetisi Liga 1 2018 baru saja berlangsung dan ia ingin membawa Maung Bandung berprestasi.

"No (tidak takut dipecat), ini baru mulai kompetisi yah, kira-kira bukan seperti kompetisi kemarin, kita mau maju disini, kira-kira di posisi lima besar, karena ini tim besar," tegas Soler dalam jumpa pers sebelum laga melawan Sriwijaya FC, Sabtu (31/3/2018).

Namun Soler tidak mengelak jika lawan yang akan dihadapinya musim ini terbilang berat. "Dari mulut bisa bicara kita mau bisa juara, tapi ini adalah lawan-lawan juga (berat)," katanya.

Yang jelas, lanjut Soler, pihaknya akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk bekerja.

"Saya pikir untuk mau maju itu adalah waktu bekerja, tidak ada masalah yang pelatih lain, kita kerja keras, waktu kita di kontrak dua tahun. Kalau pelatih lain saya tidak tahu seperti apa, kenapa dicoret, ada masalah apa di dalam tim, tapi kita beda dari tim lain," tukasnya

Sumber